Friday, November 20, 2009

2012

Kendati film 2012 banyak mengundang polemik, agaknya sutradara film Hollywood, Roland Emmerich, sudah berpikir dua kali untuk meluluhlantakkan dunia.

Buktinya, sutradara spesialis pembuat kehancuran itu hanya berani "membalikkan" Patung Liberty, Gedung Putih, Empire State Building, dan Patung Yesus Sang Penebus yang semuanya di Amerika, bahkan Basilika Santa Peter di Vatikan.

Namun, sutradara film Independence Day dan The Day After Tomorrow itu tampaknya tidak berani "menghabisi" Kabah di Mekkah, Arab Saudi, kecuali menampakkan ribuan Muslim yang menziarahi "Rumah Allah" (Baitullah) saat itu, lalu ada kehancuran di lokasi lain.

Barangkali, sutradara kelahiran Jerman itu belajar dari "kehancuran" WTC di New York, Amerika, pada 11 September 2001 dan serangkaian "ledakan" di banyak negara, termasuk "ledakan" di Bali dan Jakarta (Indonesia).



Sikap hati-hati Emmerich terhadap Kabah itu agaknya tidak menyurutkan perlawanan terhadap film 2012, bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malang dan Situbondo (Jawa Timur) mendesak peredaran film itu dihentikan.

MUI Kabupaten Malang "melarang" film itu. "Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi, kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi, maka bisa menyesatkan," kata Ketua MUI Kabupaten Malang KH Mahmud Zubaidi di Malang, Senin (16/11).

Idem dengan itu, MUI Kabupaten Situbondo juga melakukan razia peredaran film 2012 di sejumlah warung internet (warnet) karena film itu dinilai memengaruhi akidah umat Islam dan meresahkan masyarakat setempat.

"Setiap orang bisa mengunduh film 2012 itu melalui internet dengan mudah sehingga penyebaran yang semakin luas dikhawatirkan akan meresahkan umat Islam," kata Ketua MUI Situbondo KH Abdullah Faqih Gufron di Situbondo, Selasa (17/11).

Tentang tahun 2012, film berakhirnya dunia itu tidak memastikan angka tahun seperti itu, tetapi bersandar dari kearifan lokal dari peradaban bangsa Maya di Guatemala dari masa pra-Colombus atau mulai dari abad ke-6 sebelum Masehi (SM) hingga abad ke-9 Masehi.

Kisah dalam film 2012 itu bermula dari dua orang sahabat, yakni Dr Adrian Helmsley (peneliti Amerika) dan seorang ahli geologi India yang keturunan bangsa Maya.

Keduanya menemukan bahwa inti Bumi mulai mencair dan hal itu diperkirakan akan memicu bencana alam maha dahsyat, kemudian peneliti muda Dr Adrian pun membocorkan fenomena alam itu kepada pemerintah.

Akhirnya, Pemerintah Amerika secara diam-diam menggalang dana dari orang-orang kaya di dunia untuk membiayai pembangunan "kapal selam" raksasa demi menyelamatkan peradaban manusia dari kehancuran pada 2012 itu.

Dalam film itu, Emmerich menampilkan banyak tokoh yang menyikapi "2012" secara pro dan kontra, yakni Jackson Curtis (penulis novel fiksi ilmiah) yang kontra, kemudian Jackson Curtis bertemu dengan Charlie Frost (penyiar radio) yang pro atau memercayai kiamat pada tahun 2012.

Namun, kepercayaan Charlie yang terbukti karena di berbagai belahan Amerika terjadi tanah yang mulai retak, gempa di mana-mana, bangunan hancur, tsunami di mana-mana, mobil-mobil remuk, meteor-meteor yang berapi pun menghunjam bumi, dan manusia-manusia pun lari berhamburan.

Alur cerita dalam film itu tidak banyak berbeda dengan kisah Nabi Nuh dalam Al Quran. Nabi Nuh membangun kapal raksasa untuk menyelamatkan peradaban saat serangan air bah terjadi, bahkan "kapal selam" ala Emmerich dan kapal raksasa buatan Nabi Nuh itu sama-sama mengangkut berbagai spesies binatang dan berbagai etnis manusia.

Menurut sosiolog Islam Prof Dr H Nur Syam MA. "Film itu hanya fiksi untuk memenuhi rasa ingin tahu, apalagi media massa memberi imbas yang memengaruhi rasa penasaran itu. Karena itu, tak perlu dilarang," ungkapnya.

No comments:

Post a Comment